Senin, 09 Januari 2012

Penemu Sedotan

inilah sekilas tentang penemu yang mungkin tidak terlalu dikenal di dunia, penemu sedotan... benda penting itu ternyata sangat bermafaat loh!!

Sedotan merupakan benda yang sangat bermanfaat. Minum susu atau jus teras lebih nikmat dengan sedotan. Selain untuk minum, sedotan pun dapat digunakan untuk bermain balon-balon sabun. Bahkan sedotan dapat dapat digunakan untuk membuat kerajian tangan. Sebelum ditemukannya sedotan buatan, orang menggunakan sedotan dari bahan rumput gandum atau dari bahan gelas. Penemu sedotan buatan pertama adalah seorang pemilik pabrik kertas rokok bernama Marvin Stone. Pada tahun 1888, Ia menciptakan sedotan berbahan kertas. Sedotan kertas ini dibuat dengan cara yang cukup unik. Kertas digulung pada pensil sehingga membentuk sebuah pipa. Selanjutnya kertas ini dilem. Akan tetapi, sedotan berbahan kertas tidak tahan terhadap basah. Marvin Stone menyempurnakan penemuannya dengan menggunakan kertas manila yang dilapisi dengan parafin. Terciptalah sebuah sedotan anti air. Mervin Stone juga menentukan ukuran ideal untuk sebuah sedotan. Panjangnya 8,5 inci (21,25cm). Diamaternya kira-kira sedikit lebih kecil dari diameter biji lemon, untuk mencegah biji lemon masuk ke dalam sedotan dan tersangkut di dalamnya. Produk ini dipatenkan pada tanggal 3 Januari 1888. Pada tahun 1890, pabriknya lebih banyak memproduksi sedotan daripada kertas rokok. Pada tahun 1906 Marvin Stone berhasil menciptakan sebuah mesin pembuat sedotan. Dengan demikian, sedotan tidak lagi dibuat dengan tangan. Pada tahun 1938 Joseph B. Friedman mengembangkan sedotan fleksibel yang dikenal dengan sebutan flexy-straw. Awalnya dia kasihan melihat putrinya yang kesal dengan sedotan sodanya yang bengkok dan menghalangi aliran muniman. Dari situlah dia membuat flexy-straw yang dapat dibengkokkan tanpa menghalangi aliran minuman seperti yang kita temui sekarang. Pada bagian atas sedotan ada lipatan-lipatan kecil yang dibengkokkan ke segala arah. Joseph B.Friedman juga menilai sedotan ciptaan Marvin Stone masih memiliki kekurangan, diantaranya mudah retak dan kurang bersih. Joseph B.Friedman mengganti bahan sedotannya dengan plastik yang bersih dan tidak mudah rusak. Terciptalah flexy-straw yang kita temui saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar